Kitab Bilangan

Penulis : Musa.

Waktu Penulisan : Antara 1450 dan 1400 SM.

Rentang Waktu : Sekitar 39 tahun [ Periode sejarah Israel mulai dari tahun ke-duansetelah keluar dari Mesir sampai sebelum penaklukan Kanaan].

Judul Kitab : Penamaan Kitab Bilangan didapat dari dua sensus {penghitungan} bangsa Israel.

Latar Belakang : Sebagai kitab ke empat dari lima kitab Musa, kotab ini merupakan kelanjutan kisah dari itab Immamat, Sekitar satu bulan dari saat Kemah Suci dibangun pada akhir Keluaran sampai saat sensusdilakukan pada awal kitab Bilangan. Selama masa itulah perintah-perintah yang terdapat dalam kitab Immamat diberikan.

Tempat Penulisan : Di Gunung Sinai dan padang gurun, ketika Musa memimpin umat ke tanah perjanjian.

Mulanya ditujukan Kepada : Bangsa Israel.

Isi : Kitab ini mengisahkan pengembaraan bangsa Israel selama hampir 40 tahun do padang belantara, yang terjadi antara 2 sensus yang dilakukan terpisah . Sensus yang pertama adalah pada generasi tua, yaitu mereka yang keluar dari Mesir. Hal ini dilakukan di gunung Sinai pada tahun kedua keluarnya mereka. Sensus ke dua dilakukan pada generasi baru, yang dilakukan di dataran Moab, di seberang Yerikho, 38 tahun kemudian persis sebelum mereka memasuki tanah Kanaan. Walaupun generasi tua (Kecuali Yosua dan Kaleb) tidak diperbolehkan masuk ke tanah perjanjian, Allah masih memelihara dan menopang mereka melewati masa pengembaraan ini.

Kata Kunci : “Mengembara”; “Sensus”. Penekanan Kitab Bilangan terletak pada “pengembaraan” Israel di padang gurun selama rentang waktu antara “sensus” yang dilakukan pada generasi tua bangsa Israel dan kemudian “sensus” generasi yang baru.

Tema :

  • Pendisiplinan kita dari Allah kadang-kadang keras, tetapi akhirnya Ia memberi upah kepada mereka yang mematuhi Firman-Nya.
  • Orang beriman tidak harus tinggal di padang gurun… tetapi mungkin harus berjalan melewatinya.
  • Sepertinya halnya penghukuman Allah ata ketidaktaatan adalah pasti … demikian pula pengampunan dan pemulihan Allah atas pertobatan.
  • Kita dapat berkembang sebagai anak Allah hanya ketika kita mengizinkan-Nya memelihara pertumbuhan kita.
  • Persungutan dan keluhan merupakan sebuah bentuk perlawanan kepada Allah yang kita sembah (pasal 11).

Garis Besar:

  • Sensus pertama bangsa Israel dilakukan. 1:1-4:49.
  • Generasi yang tua bersiap-siap untuk mewarisi tanah perjanjian.  5:1-10:10.
  • Generasi yang tua gagal mewarisi tanah perjanjian.  10:11-21:35.
  • Israel berhadapan dengan bangsa Moab dan Bileam.  22:1-25:18.
  • Sensus kedua bangsa Israel dilakukan.  26:1-65.
  • Generasi yang baru siap-siap mewarisi tanah perjanjian.  27:1-36:13.

Sumber: Lembaga Alkitab Indonesia.

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Belum ada komentar.

Berikan Tanggapan