Kolose

Penulis : Rasul Paulus.

Waktu Penulisan : Antara tahun 60 dan 61 Masehi.

Judul Kitab : Dinamakan sesuai kepada siapa surat ini ditujukan: Jemaat di Kolose.

Latar Belakang :P aulus mendirikan gereja di Efesus pada perjalanan penginjilan yang kedua. Kitaka sedang berada di Efesus timbullah perhatian khusus Paulus bagi jemaat di Kolose, meskipun ia belum pergi kesana. Kolose, dulu pernah hampir serupa dengan kota-kota perdagangan tetangganya, yaiut Laodikia dan Hierapolis yang berkembang dengan pesat, tetapi saat ini sedang menalami kemunduran. Pengajaran palsu dari Yahudi, Yunani dan Asia merembes masuk ke dalam kota ini. Paulus memberi tanggapan atas penajaran -pengajaran yang palsu ini, terutama gnostik – yang mengklaim adanya pengetahuan dan kuasa yang tersembunyi dan mengingkari kemanusiaan sejati Kristus. Setelah kunjungan Epafras dan laporannya mengenai kondisi disana, Paulus mengirim surat ini melalui Tikhikus dan seorang budak yang bertobat yaitu Onesimus, untuk ditujukan kepada jemaat di Kolose. Kolose, Efesus, Filipi dan Filemon merupakan “Surat surat Penjara” Paulus.

Tempt Penulisan : Dari penjara di Romawi.

Mulanya Ditujukan Kepada: Jemaat di Kolose.

Isi : Bagian pertama dari kitab Kolose bersifat doktrin dan bagian terakhir berupa penerapan praktis. Paulus memerangi pengajaran palsu tentang legalitas, penyembahan kepada malaikat dan seromonialisme. Penjagaan terhadap ajaran sesat ini berbarengan dengan dorongannya untuk memiliki komitmen bahwa Kristus adalah Tuhan. Orang-orang percaya didorong untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (3:9-10) dengan hidup benar di hadapan Allah. Jika mereka mengikuti teladan Kristus, peraturan-peraturan untuk hidup suci ini memberi mereka kebebasan dari peraturan-peraturan manusia.

Kata Kunci : “Supremasi”; “Kepala”. Kitab Kolose ditulis kepada jemaat yang di “encerkan” oleh filsafat duniawi yang sia-sia. “Supremasi” Kristus dalam setiap segi kehidupan ditekankan dengan mengambarkan Kristus sebagai “Kepala” tubuh, yaitu gereja-Nya.

Tema:

  • Yesus saja cukup untuk memenuhi setiap kebutuhan dalam hidup kita.
  • Gambaran sempurna dari Allah yang tidak kelihatan adalah Yesus Kristus yang sempurna.
  • Segala filsafat yang tidak meninggikan Kristus bukan berasal dari Allah.
  • Hubungan kita dengan Allah tercermin melalui hubungan kita dengan sesama.

Garis Besar :

  • Doa Paulus bagi jemaat di Kolose.  1:1-14.
  • Supremasi Kristus.  1:15-2:5.
  • Filsafat yang menipu.  2:6-23.
  • Nasihat untuk hidup dalam kesucian.  3:1-17.
  • Pedoman bagi hubungan dalam kekristenan.  3:18-4:1.
  • Perintah-perintah terakhir.  4:2-18.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia

Tags:

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Belum ada komentar.

Berikan Tanggapan